Selasa, 13 April 2010

Sekretaris Nunun Disebut sebagai "Miss Pelupa" Oleh Hakim Tipikor


JAKARTA,  — Jika Nunun Nurbaeti Daradjatun berdalih berobat ke Singapura ketika dihadapkan pada kasus hukum, sekretaris pribadinya bernama Sumarni selalu berdalih lupa ketika diperiksa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (13/4/2010).
Akibatnya, hakim Nani Indrawati pun menyebutnya sebagai "Miss Pelupa". Sumarni tadi diperiksa sebagai saksi untuk sidang terdakwa bekas anggota DPR dari Golkar, Hamka Yandhu. Saksi lainnya adalah dan tiga kolega Hamka, yaitu Hengky Baramulli, Paskah Suzetta, dan Baharuddin Aritonang.
Ini sidang kedua yang diikuti Sumarni. Pada sidang sebelumnya, Selasa (6/4/2010), majelis hakim mengelus dada karena saksi Sumarni sering menjawab lupa dan tidak tahu. Itu sebabnya, dalam sidang tadi majelis hakim berharap Sumarni berubah, ternyata tidak juga.
Awalnya, Sumarni dicecar soal kronologi pembagian cek senilai Rp 1 miliar yang dicairkannya. "Kepada miss pelupa, pernah terdakwa (Hamka Yandhu) ke kantor Bu Nunun?" tanya hakim Nani. "Tidak," jawab Sumarni.

Sumarni juga enteng saja mengabaikan pertanyaan soal siapa yang memerintahkan dan kepada siapa dana Rp 1 miliar diberikan setelah dicairkan. "Proses pencairan saya tidak ingat. Apalagi dikemanakan uangnya, saya tidak ingat. Saya tidak membawa uang itu. Mungkin ditransfer," jawab Sumarni.

Jawaban standar Sumarni membuat hakim Nani mulai sewot. "Umur saudara baru 44 tahun, tapi lupa terus!" bentak hakim Nani. Sumarni hanya mengaku menerima perintah pencairan dari salah satu direksi PT Wahana Esa Swasembada, perusahaan milik Nunun Nurbaeti.
Di perusahaan itu, hanya ada dua direksi, yakni Nunun Nurbaeti dan Sukri Bay. "Saat diperintah, itu suara laki atau perempuan?" tanya hakim Nani. Sumarni lagi-lagi mengaku tidak ingat.

Emosi hakim anggota terlihat tak terkontrol saat mengatakan, "Ketua, minta rekomendasi untuk masuk rumah sakit saja ini."

Majelis hakim melihat wajah Sumarni seperti sedang dalam ancaman seseorang. Namun, Sumarni membantah hal itu. "Tidak (ada tekanan), Pak," jawab Sumarni.

0 komentar:

Posting Komentar