Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Universitas Negri Dan Swasta Paling Baik Se Indonesia

Berikut ini daftar Universitas Negeri dan Swasta Terbaik Di Indonesia, semoga dengan info ini bisa memacu anda yang sekarang yang masih SMA . saya berharap informasi ini bisa memandu kalian untuk memilih mana universitas yang diinginkan. Dan bagi anda yang udah kuliah bisa menjadi mahasiswa/i yang semakin rajin belajar!
Penilaian didukung juga Berdasarkan: Pooling Website Universitas,Kurikulum Pendidikan,Akreditasi Fakultas,Jurusan dan Mata Kuliah,Pendidikan Pengajar/Dosen,Penggunaan Internet,Presentase Point IPK Tertinggi Mahasiswa/i, Jumlah Lulusan yang dihasilkan dan presentase diterimanya kerja dari lulusan universitas yang bersangkutan
Ini dia UNIVERSITAS NEGERI dan SWASTA Terbaik di Indonesia Untuk Bulan Februari (Akhir) 2011 Berdasarkan Urutan Ranking se – Asia Tenggara
Jika dijabarkan, saya akan membagikan menjadi 2 bagian yakni 5 Universitas Negeri dan 5 Universitas Swasta Indonesia menjadi 10 besar Universitas Negeri dan Swasta Terbaik di Indonesia sesuai dengan Urutan Peringkat diatas:
5 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia :
1. Universitas Gadjah Mada
2. Universitas Indonesia
3. Insitut Teknologi Bandung
4. Universitas Airlangga
5. Universitas Diponegoro

5 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia :
1. Universitas Kristen Petra Indonesia
2. Universitas Gunadarma
3. Universitas Islam Indonesia
4. Universitas Muhammadiyah Surakarta
5. Universitas Bina Nusantara

Universitas%2BTerbaik%2BDi%2BIndonesia Universitas Negeri dan Swasta Terbaik Di Indonesia

Daftar Universitas terbaik di indonesiadiatas Sekedar Info buat anda yang mungkin yang masih SMA agar tidak begitu bingung memilih Universitas yang akan anda pilih nanti,dan Juga semoga sukses buat SNMPTN dan SIMAK ataupun UMB Universitas Swasta/Negeri pilihannya masing masing.

Universitas Negeri dan Swasta Terbaik Di Indonesia di atas di dapat dari Sumber: www.webometrics.com (situs terpercaya mengenai urutan peringkat universitas dunia,menurut harian media kompas,tempo,dan yang pernah muncul di media visual lainnya seperti versi sctv,tv-one dan global-tv)

Minggu, 27 Februari 2011

Presiden, Ayolah Berbuat Sesuatu ...!!!


JAKARTA, - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan perlu segera menyikapi polemik di seputar koalisi pemerintahannya. Dinamika seputar koalisi telah mengganggu kinerja pemerintah selama 1,5 tahun ini.
”Presiden Yudhoyono hanya punya sisa waktu 3,5 tahun untuk menunjukkan kinerjanya dan menyelamatkan Partai Demokrat. Jika di waktu tersisa ini Presiden berhasil memaksimalkan pembangunan, rakyat akan puas dan memperbesar kemungkinan Demokrat untuk kembali menang di Pemilu 2014,” kata Arbi Sanit, pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia, dalam diskusi tentang nasib koalisi pemerintahan dan perombakan kabinet di Jakarta, Sabtu (26/2/2011).
Hadir sebagai pembicara lain adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Happy Bone Zulkarnaen, dan Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil.
Nasib koalisi kembali marak dibicarakan setelah sejumlah petinggi Partai Demokrat mengatakan akan mengevaluasinya. Pernyataan itu dipicu sikap Partai Golkar dan PKS—yang mendukung hak angket mafia pajak— yang berbeda dengan empat anggota lain, yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebelumnya, Partai Golkar, PKS, dan PPP juga berbeda sikap dalam hak angket Bank Century.
”Dalam koalisi boleh beda pendapat, tetapi jangan beda sikap politik,” ujar Arbi. Untuk itu, yang dibutuhkan sekarang adalah mengefektifkan koalisi. Caranya, antara lain, merombak kabinet dan membuat aturan main lebih jelas di Setgab.
Jika dilakukan, ujar Saan, perombakan kabinet tidak hanya memakai pertimbangan politik, tetapi juga pertimbangan obyektif rasional. Untuk itu, perombakan juga akan dilakukan dengan memerhatikan kinerja masing-masing menteri yang selama ini antara lain dipantau Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan.
Menurut Nasir Djamil, perbedaan sikap politik anggota koalisi tidak perlu dipermasalahkan selama tidak mengganggu pemerintahan. Happy Bone menambahkan, perbedaan dan sikap kritis itu dimaksudkan untuk menambah baik pemerintahan Yudhoyono.
Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie yang juga kader PKS, Sabtu di Yogyakarta, mengatakan, perbedaan pandangan itu diharapkan menjadi pelajaran bersama untuk tetap menyukseskan program pembangunan hingga 2014

Jumat, 25 Februari 2011

FPI : Revolusi Bisa Melanda Di Indonesia

JAKARTA – Revolusi yang terjadi di berbagai negara Timur Tengah disinyalir akan berdampak ke Indonesia. Pasalnya, benih-benih revolusi telah nampak di Negeri ini.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, mengatakan jika salah satu penyebab revolusi adalah ditindasnya kaum mayoritas oleh minoritas. Hal ini, kata dia, kerap terjadi di Indonesia.

“Selama ini umat Islam yang terbilang mayoritas, justru ditindas oleh kaum sekuler yang minoritas. Hal ini bisa menyebabkan revolusi di Indonesia seperti Mesir dan Libya,” tegas Munarman dalam sebuah acara diskusi di Intiland Tower, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Di kesempatan yang sama, Munarman juga membantah klaim Ahmadiyah yang mengaku memiliki umat sebanyak 500 ribu orang di Indonesia. Sebab, lanjut dia, berdasarkan data Litbang Kementerian Agama, pengikut Ahmadiyah hanya tercatat sekira 85 ribu orang saja.

“Ahmadiyah memang terkesan tidak membahayakan, tetapi kalau mau didalami lebih jauh, kitab mereka sudah menghalalkan umatnya untuk membunuh dan menculik,” tandasnya.

Karena itu, Munarman kembali menuntut pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah karena sebagai ajaran sesat. “Pemerintah dan politisi jangan pernah mengharapkan kursi apapun dari Ahmadiyah, karena ini kebangetan,” pungkasnya.

Senin, 05 April 2010

Danuri : Ayo Keroyok Reserse!


JAKARTA, - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta semua elemen masyarakat secara sukarela memantau dan mengawasi kinerja reserse Polri di semua level.

"Kapolri mengatakan 'mari mengeroyok' reserse. Artinya untuk mendesak Reskrim kepolisian untuk perbaikan kualitas dan manajemen penyidikan," ujar Penasihat Ahli Kapolri Kastorius Sinaga dalam pernyataan tertulis yang diterima, Senin (5/4/2010) siang. "Keroyok Reserse, kata kunci reformasi Bareskrim," kata Kapolri seperti dikutip Kastorius.